Pengabdian & Penelitian Dosen Fisip

Etika Komunikasi Penting di Masa Pandemi Covid-19

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunungjati (UGJ) Cirebon, dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi menggelar pengabdian masyarakat di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon, Senin (28/9/2020). Mereka ialah Dr. H. Nurudin Siraj, MA., M.Si, Farida Nurfalah,S.Sos., dan Nuruzzaman, S.Ag., M.Si yang dibantu mahasiswanya Rifka Noviani Santika.

Tema yang disosialisiasikan yakni perihal strategi komunikasi layanan aparatur pemerintahan tingkat kelurahan pada situasi pandemi Covid-19. Selain memberikan pembekalan pemahaman akan pentingnya etika dalam berkomunikasi, pihaknya juga berkesempatan membagikan masker pada warga. Menggunakan masker dinilai cukup efektif memutus rantai penyebaran virus yang belum ada obatnya tersebut.

Dosen Fisip UGJ, Farida Nurfalah, menjelaskan, pengabdian masyarakat tersebut merupakan elemen dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Elemen tersebut menjadi aksi dari keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan dan menghilangkan isolasi dunia akademik terhadap persoalan masyarakat. “Sengaja pengabdian ini kami berikan kepada sebagian kecil masyarakat di Kota Cirebon pada tatanan kelurahan. Terlebih saat ini dalam masa pandemi Covid-19, sehingga sesuai disiplin keilmuan, kami berikan apa yang kami bisa sesuai kemampuan,” kata Farida.

Dia menambahkan, masalah sosial masyarakat yang terjadi saat ini juga sempat menyinggung perihal komunikasi di masa pandemi pada lini pendidikan. “Di satu sisi ada juga yang mengeluhkan tentang cara komunikasi pada proses pembelajaran online. Salah satunya ada dampaknya ke orang tua yang seharusnya belajar malahan anak main games. Makanya, ini perlu diluruskan dan menjadi tugas bersama dalam membawa generasi ke depan untuk menjawab tantangan zaman,” paparnya.

 

 

Sosialisasi Anti Berita Hoax
Penyebaran berita Hoax atau berita bohong masih menjadi ancaman serius dan intensitasnya bukannya menyusut malah semakin tinggi. Hal itu dipaparkan oleh Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon Abdul Jalil Hermawan, pada Sosialisasi Berita Anti Hoax di SMK Auto Matsuda Rabu (19/8/2020).

Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab dan pengabdian dosen kepada masyarakat yang merupakan elemen dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Abdul Jalil mengutip data yang dikeluarkan oleh Masyarakat Telematika Indonesia tahun 2019. 
“Media Sosial memiliki peranan terbesar dalam penyebaran informasi menyesatkan alias berita hoax ini. Selanjutnya aplikasi percakapan whatsapp. Porsinya mencapai lebih dari 80 persen sumber hoax dari medsos dan whatsapp,” ujar Jalil sapaan akrabnya.
Walaupun demikian, Jalil mengatakan berita Hoax juga masih ditemukan dalam media media maisntream seperti situs berita, televisi, media cetak dan radio. Tetapi porsinya lebih sedikit jika dibandingkan dengan di media sosial dan aplikasi percakapan. 
Pada kesempatan yang sama, Jalil juga mengatakan ada tiga konten atau isu yang paling banyak dibuat berita hoaxnya. Isu sosial politik, isu SARA dan isu kesehatan. Untuk menghadapi massifnya berita hoax tersebut Jalil mengungkapkan, masyarakat harus lebihg berhati hati saat akan membagikan sebuah informasi. Ciri berita hoax yang mudah teridentifikasi diantaranya, kontennya kerap menimbulkan kecemasan, fanatisme buta, judul provokatif.
“Jika diawali dengan ujaran provokatif dan diakhiri narasi tolong viralkan, kemungkinan itu berita hoax,” paparnya.
Tidak hanya itu Jalil juga mengatakan ada fenomena baru dalam berita hoax ini. Tidak hanya berita bohong tetapi juga brita yang berisi penipuan.

“Biasa disebut dengan phising. Modusnya dengan mengirimkan link berita atau informasi apapaun. Jika diklik link tersebut maka data data dari ponsel kita akan tersedot ke pengirim link,” Jalil menjelaskan.